9 Sifat Klasik Orang Licik Manipulatif

285 08/19/2018 - 19:30 Miarana ExSys
9 Sifat Klasik Orang Licik Manipulatif

Mereka Memangsa Kualitas Terbaik Mu!

Orang yang licik atau manipulatif adalah orang yang telah menguasai seni penipuan. Mereka bisa terlihat terhormat dan tulus namun sering kali itu semua hanya topeng; itulah cara untuk menarik mu masuk dan menjerat mu ke dalam hubungan sebelum mereka menunjukan wajah aslinya.

Orang manipulatif sungguh tidak tertarik dengan diri mu kecuali hanya sebagai kendaraan yang memungkinkannya untuk mendapatkan kontrol sehingga kamu menjadi peserta manggut-manggut dalam rencana mereka. Mereka memiliki beberapa cara untuk melakukan hal ini, beberapa diantaranya mungkin sudah kamu kenali. Mereka sering kali akan menerima apa yang kau katakan dan lakukan dan memutarrnya sehingga apa yang kau katakan dan lakukan menjadi hampir tidak bisa kau kenali. Mereka akan mencoba untuk membingungkan diri mu, bahkan juga membuat mu merasa bahwa kau itu gila. Mereka memutarbalikan kebenaran, dan cenderung berbohong jika itu mendukung tujuan mereka.

Orang manipulatif bisa bermain sebagai korban, membuat mu terlihat menjadi orang yang menyebabkan masalah yang dimulai olehnya tapi tak mau bertanggungjawab. Mereka bisa pasif agresif atau baik untuk saat ini dan semenit kemudian berubah jadi angkuh, dengan tujuan agar tetap membuat mu menebak dan untuk memangsa ketakutan dan rasa ketidakamanan mu. Mereka sering kali membuat mu defensif atau bertahan. Mereka juga bisa sangat agresif dan ganas, beralih ke serangan dan kritik pribadi, mantap dalam upayanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Mereka menindas dan mengancam, dan tidak akan menyerah atau melepaskan mu hingga kau takluk.

Berikut ini adalah sembilan ciri orang yang licik atau manipulatif, jadi kamu akan tahu apa yang harus diperhatikan ketika ada seseorang yang mendekati mu. Memahami mekanisme operasi dasar berikut dapat membantu mencegah diri mu terhisap ke dalam hubungan yang bersifat manipulatif. Tetap waspada, tetap memegang teguh apa yang kau ketahui benar tentang diri mu, dan mengantisipasi apa yang akan datang memungkinkan mu untuk menghindari terjadinya konflik dan menjaga integritas diri mu sendiri.

1. Orang manipulatif tidak memiliki wawasan tentang bagaimana mereka melibatkan orang lain dan membuat skenario tertentu, atau mereka hanya percaya kalau cara mereka lah yang paling benar untuk menangani situasi karena dengan demikian tujuannya sudah pasti terpenuhi, dan hanya itulah yang terpenting. Pada akhirnya, semua situasi dan hubungan hanya tentang mereka, dan apa yang orang lain pikirkan, rasakan, dan inginkan sama sekali tak penting.

"Pengontrol, orang kejam, dan orang manipulatif tidak mempertanyakan diri mereka sendiri. Mereka tidak bertanya apakah masalahnya ada pada dirinya. Mereka selalu berkata bahwa yang salah adalah orang lain." --Darlene Ouimet

2. Orang manipulatif tidak memahami konsep batas. Mereka tak henti-hentinya mengejar apa yang mereka inginkan dan tidak terlalu memedulikan siapa yang terluka di sepanjang jalan.

Menyerbu ke wilayah pribadi mu -- secara fisik, emosional, psikologis, atau spiritual -- itu tidak menjadi perhatian mereka. Mereka kurang paham mengenai apa artinya ruang pribadi dan identitas, atau sama sekali tidak memedulikan. Mereka bisa dikatakan mirip parasit--di alam bebas hal ini umumnya menjadi hubungan yang bisa diterima. Tapi dalam prilaku manusia, hal semacam ini yaitu makan dari orang lain dengan biaya mereka adalah hal yang menguras, melelahkan, melemahkan, dan merendahkan martabat.

3. Seorang manipulator menghindari tanggungjawab dari ulahnya sendiri dengan menyalahkan orang lain sebagai penyebab. Bukan artinya orang manipulatif tidak paham apa itu tanggungjawab. Mereka tentu paham; orang manipulatif melihat tak ada yang salah dengan menolak bertanggungjawab atas tindakan mereka, bahkan saat membuat diri mu bertanggungjawab atas tindakan mu. Pada akhirnya mereka mungkin mencoba membuat mu bertanggungjawab untuk memuaskan kebutuhan mereka, tanpa menyisakan ruang untuk memenuhi kebutuhan mu sendiri.

4. Orang manipulatif memangsa sifat tidak enak hati kita, kepekaan emosional, dan khususnya kesungguhan hati. Mereka tahu mereka punya peluang emas untuk mengait mu ke suatu hubungan karena diri mu begitu baik hati, perasa, orang yang perhatian, dan, tentu saja, kamu bersedia membantu. Pada tahap awal mereka mungkin melayani kebaikan dan keramahan mu, sering kali memuji-muji pribadi mu yang begitu luar biasa. Namun seiring waktu, pujian atas kualitas itu akan mengecil karena kamu sedang digunakan dalam pelayanan kepada seseorang yang sesungguhnya sama sekali tak peduli dengan mu. Mereka sungguh hanya peduli pada apa yang bisa kau lakukan untuknya.

5. Jika kamu ingin tau cara mudah untuk membedakan manipulator dengan orang yang benar-benar berempati, coba perhatikan cara mereka membicarakan orang lain yang punya hubungan dengan mu. Para manipulator sering kali akan membicarakan diri mu di belakang dan begitu pula mereka membicarakan orang lain kepada mu dengan cara yang sama. Mereka itu ahlinya "triangulasi"--membuat skenario dan dinamika yang memungkinkan terjadinya tipu muslihat, persaingan, dan kecemburuan, dan mendorong dan mempromosikan ketidakharmonisan.

6. Jangan pernah membuang-buang waktu mu untuk mencoba menjelaskan siapa diri mu kepada orang yang memang niatnya untuk tidak memahami mu. Jika seseorang tidak paham dengan mu, jangan tetap menunggu hingga mereka bisa. Jangan menjadikan usaha untuk membuat mereka memahami dan menyukai mu sebagai sebuah misi--mereka tidak tertarik pada diri mu sebagai manusia.

7. Karakteristikan orang-orang berdasarkan tindakannya dan kamu tidak akan dibodohi oleh kata-katanya. Selalu ingat bahwa apa yang orang katakan dan lakukan adalah dua hal yang terpisah. Amati seseorang dengan teliti, tanpa membuat alasan untuk mereka--biasanya apa yang kamu lihat adalah apa yang kamu dapat.

8. Jika seseorang berusaha keras menjadi orang baik seperti yang mereka lakukan untuk berpura-pura menjadi orang yang baik, mereka sebenarnya bisa menjadi orang yang baik.

Ini adalah poin penting: pertemuan dan pandangan awal kita tentang seseorang sangat mewarnai hubungan kita yang sedang berkembang dengan mereka. Jika kita memahami dari awal bahwa orang tersebut tidak seperti yang terlihat, dan hanya bersembunyi di balik topeng perilaku yang nampak dapat diterima secara sosial, maka kita harus lebih berhati-hati untuk terlibat dalam suatu hubungan dengan mereka.

9. Secara teratur periksa apa yang kamu yakini. Umumnya kita kurang melakukannya, tapi ini penting. Seiring berjalannya hidup, keyakinan dan sikap kita dapat berubah, dan kita perlu tahu bagaimana perubahan gagasan ini memengaruhi kita. Ketika kita tidak yakin pada apa yang kita percayai, maka jadinya akan terlalu mudah bagi orang lain yang yakin dengan keyakinannya lah yang paling benar--tidak hanya baginya tapi juga bagi mu tentunya--untuk mencoba memanipulasi pemikiran mu:

"Ketika tiba saatnya untuk mengendalikan manusia tidak ada alat yang lebih baik daripada kebohongan. Karena, Anda lihat, manusia hidup dengan keyakinan. Dan keyakinan dapat dimanipulasi. Kekuatan untuk memanipulasi keyakinan adalah satu-satunya hal yang diperhitungkan." -- Michael Ende.



Psikotest Online Interaktif

Psikotes Kepribadian

Ikuti psikotes online interaktif untuk mengetahui potensi diri mu serta kecocokan posisi pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian mu, analisis hubungan, keluarga dan perkembangan diri.

Kanker Payudara

Tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis kanker payudara meliputi: Pemeriksaan payudara. Dokter akan memeriksa kedua payudara dan kelenjar getah bening di ketiak Anda, merasakan adanya...

Autism (ASD)

Kisaran dan tingkat keparahan gejala bisa sangat bervariasi. Gejala umum meliputi kesulitan komunikasi, sulitnya interaksi sosial, minat obsesif dan perilaku berulang.

Kecocokan Percintaan

Kecocokan Percintaan Zodiak Pria Wanita ini akan mencoba membantu mu untuk menemukan pasangan yang tepat sehingga dapat saling mengisi dan membentuk suatu hubungan yang langgeng dan penuh kebahagiaan.